Saturday, February 25, 2006

Lihatlah di sana...
Hamparan ilalang melambai
Meliukkan tangkainya disesaki senyum

lihatlah disana...
Di hamparan pepasir itu
ketam berkejaran..menjejakkan kaki kecil
samar tersapu ombak

Lihatlah juga...
Tetes embun di pucuk pagi...
Ditingkahi mentari disusul pelangi...

Sapu serpih hatimu..
Renda jejaring itu menjadi kelambu..
Rajut perca itu menjadi selimut
hangat kan mengantarmu
menjemput mimpi itu

Friday, February 24, 2006

APAYANG MEMBUATMU BERTAHAN???

Jalanan masih sepi pagi ini
Ketika kujejakkan kaki di rerumputan basah itu.
Sekedar mencuri secuil damai yang belakangan menghilang entah kemana.

Ah..terlalu riuh hati ini meronta
Terlalu ingin melepaskan diri...
Dari penat yang menyiksa
Dari gelegak keinginan yang kian terpasung.

Aku hanya diam..
Memandangi ketidakadilan, dari dekat...namun tak mampu berbuat banyak.
Menjauh...namun terpaksa mendekat...
Berlari namun semakin tercekat.

Mungkin tak ada alasan untuk bertahan.
Mungkin ada banyak jalan yang terhalang.

Mungkin....

Lalu setelah lelah diterjang tanya...
Apakah ada jawab di sana?


*Untuk aku...dan pekerjaanku...ugh..aku teramat lelah*

Wednesday, February 22, 2006

MENCINTAI ADALAH

MENCINTAI ADALAH...
ADA DISAAT JIWA DIHANTAM LELAH

Monday, February 06, 2006

ENGKAU YANG DATANG BERSAMA GERIMIS

Senja kala itu belumlah terlalu jingga...
Rinai gerimis masih mengakrabi teritisan...
membasahi tanah yang semula kering berdebu
Aroma tanah mencoba usik lamunku, menggelitik akal untuk kembali mengenangnya
sekian tahun yang berlalu

Masih teramat jelas dalam ingatan
Ketika sisa gerimis disirami mentari
Ketika semburat pelangi menghias ufuk
Ketika awan mendung tak lagi bergayut...

Kau hadir membawa asa
Menyapu harapan usang yang terserak
Memapah raga rapuh...
Membalut luka yang tertinggal perih
dan menuntun tatih langkah yang semula tak berarah

Terima Kasih
Karenamu aku kuat

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Subscribe to Posts [Atom]